Berita Lingkungan

Hari Badak Internasional, Indonesia Punya 2 dari 5 Spisies Badak Dunia
Redaksi : Zamrudtv Online
07 Juni 2012

Jakarta, Zamrudtv -- Tahun ini adalah Tahun Badak Internasional. Mungkin tak banyak
orang tahu, nusantara dianugerahi dua dari lima spesies badak di dunia. Yakni, Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) dan Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus). Yang terakhir, selangkah lagi di ambang kepunahan, jika tak ada upaya dan dukungan masyarakat untuk menyelamatkannya.

Pada Oktober 2011, Badak Jawa terakhir yang ada di Vietnam ditemukan mati mengenaskan, dengan luka tembak di kaki. Cula tunggalnya diamputasi. Badak Jawa di negeri itu dinyatakan punah. Harapan terakhir kelestarian spesies ini berada di pundak Indonesia, di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK).

Kepala Urusan Kerjasama dan Humas TNUK, Indra Rabu (6/6) mengatakan, berdasarkan monitoring populasi dengan kamera video trap diketahui, ada 35 ekor Badak Jawa di hutan lestari di wilayah taman nasional. Ada 22 jantan dan 13 betina. Lima di antaranya berusia remaja atau anak-anak
Keberadaan generasi muda Badak Jawa tentu saja menjadi kabar baik. Bahwa habitat terakhir spesies mamalia paling langka dan terancam di dunia itu masih baik, masih mendukung adanya regenerasi.

Indra menambahkan, pencanangan tahun badak internasional akan mempengaruhi upaya konservasi badak di Indonesia. Ke arah positif tentunya. Ke depan, diharapkan binatang purba itu tak hanya bisa bertahan hidup, tapi juga berkembang biak. Ia menambahkan, beruntung masyarakat Ujung Kulon tak ada yang memburu Badak Jawa.

Ancaman perburuan tak ada sejak 10 tahun lalu. 100 persen penduduk di sekitar taman nasional tak memburu Badak Jawa. Mereka menyebut hewan itu sebagai "Abah Gede". Ada kepercayaan, jika mengganggu badak, apalagi berburu itu pamali.

Namun, ancaman datang dari bentuk lain: konflik kepentingan dengan manusia. Ancaman terbesar mereka adalah konversi hutan menjadi lahan pertanian yang terus bertambah tiap tahun. Pada tahun 1990-an misalnya, wilayah rambahan terdata 400 hektar. Pada 2008 berlipat jadi 3.500 hektar. Kalau ini terus dibiarkan habitat Badak Jawa makin sempit dan terancam.

Ancaman yang lain berasal dari alam: bencana yang membayangi. Semenanjung Ujung Kulon pernah hancur oleh letusan Krakatau pada 1883. Letaknya yang dekat dengan laut juga berpotensi tsunami. Sekali saja habitat alaminya terkena bencana dahsyat, Badak Jawa akan terhapus dari muka bumi. Untuk itulah, diterangkan Indra, ke depan diharapkan ada beberapa Badak Jawa yang ditranslokasikan ke tempat yang lebih aman. (tim/zamrudtv.com)



Hits : 457 | Comments : 0



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

zamrud Property
Berita Terbaru
  Beranda | Riau | Sumbar | Sport | Lingkungan | Lifestyle | Otomotif | Tokoh | Daerah | Ekonomi | Wisata  
 
  CV. Zamrud Multimedia Network
 
 
  Jl. Sudirman 125 Lantai 2, Tangkerang Selatan, Pekanbaru - Riau
  Telp : (0761) 480898, Fax (0761) 899335
  Email : redaksi@zamrudtv.com & iklan@zamrudtv.com, admin@zamrudtv.com Copyright©2011 | Hak Cipta Dilindungi